INFO super prediksi togel hongkong dan singapore sabtu 24 september 2016

Posted on

INFO super prediksi togel hongkong dan singapore sabtu 24 september 2016

Jakarta – Jose Mourinho dikritik ketika dia mengkritik pemainnya sendiri. Wajar. Sebab, sebagai seorang manajer, tanggung jawab terbesar, ya, ada pada dirinya sendiri.

Tapi, kalau sampai mengkritik Mourinho seperti Jamie Redknapp, yakni sampai menyebut bahwa “Sir Alex Ferguson dulu tidak begitu”, rasanya agak kebangetan juga. Media Inggris, dan fans Manchester United khususnya, kudu lekas-lekas bangun. Ini sudah tahun 2016. Sir Alex sudah pensiun tiga tahun lalu.

Membandingkan Mourinho dengan pendahulu-pendahulunya jelas tidak masuk akal. Masalahnya, perbandingan-perbandingan semacam itu hanya muncul ketika performa tim buruk. Bagaimana jika tim sedang bagus? Misalnya, Mourinho menang 4 kali dalam 7 pertandingan pertamanya, sementara Sir Alex hanya menang 2 kali dalam 7 pertandingan pertamanya.

Uniknya, Sir Alex sendiri, ogah menengok-nengok ke belakang. Baginya, euforia kemenangan atau menjadi juara itu hanya bersifat sementara. Begitu euforia itu selesai dalam satu atau dua hari, timnya sudah harus bekerja lagi keesokan harinya. Dan begitu seterusnya.

Maka, mengkritik Mourinho semata-mata karena dia melakukan apa yang tidak dilakukan Sir Alex dulu adalah sesuatu yang absurd. Tiap manajer punya gayanya sendiri-sendiri. Bagaimana, misalnya, di Italia sana ketika Sinisa Mihajlovic terang-terangan menyebut strikernya sendiri, Maxi Lopez, kegendutan dan seperti bermain dengan mesin cuci di punggungnya? Kejam, bukan?

Tapi, percayalah, Italia memang punya kultur yang berbeda. Sebuah operan yang salah bisa disambut dengan cemoohan, sementara di Inggris, sebuah tendangan melambung masih mungkin disambut dengan tepuk riuh penuh semangat.

>

Game Prediksi Angka
4 ANGKA 6898
3 ANGKA 234
2 ANGKA 86
RIBUAN 2
RATUSAN 4
PULUHAN 7
EKOR 6
COLOK BEBAS 7
JITU EKOR 2
RATUSAN JITU 3
COLOK NAGA 49
ANGKA MAIN 69
ANGKA HOKI 15
BRANJANGAN 2D 48

Toh, manajer sesukses Sir Alex sendiri bukannya tidak pernah punya cela dengan pemain sendiri. Ia memang tidak pernah mengkritik pemain, tapi aksinya menendang sepatu di ruang ganti hingga mengenai pelipis David Beckham tersebar ke media. Efeknya tentu mirip-mirip. Tidak mengkritik pemain di hadapan media adalah usaha untuk menutupi masalah di dapur sendiri. Tapi, bagaimana jika sudah ditutupi namun tetap ketahuan juga?

Apa bedanya juga dengan manajer yang mencadangkan seorang pemain yang membuat blunder di pertandingan berikutnya? Ya, mungkin bedanya caranya lebih halus ketimbang mengkritik langsung di hadapan media. Tapi, dengan begini bisa dipahami: Mengkritik pemain di depan media bukannya “tidak benar”, melainkan “kurang elok”.

Kalaupun ingin mengkritik Mourinho, caranya sebenarnya mudah saja. Daripada membanding-bandingkan dirinya dengan cara Sir Alex menjadi manajer, lebih gampang mengkritiknya dari bagaimana cara timnya bertanding.